STRUKTUR DAN KONDISI
SALAH SATU PESISIR DI INDONESIA
Dari
tema diatas, saya akan mengambil struktur dan kondisi pesisir di kawasan pulau
Lombok, lebih tepatnya di salah satu kawasan Gili Indah yaitu Gili Trawangan.
Saya mengambil ulasan tentang kawasan tersebut karena saya pernah mengunjungi
lokasi pada tahun 2014. Tidak mengetahui banyak hal tentang terumbu karang yang
ada disana sebab saya tidak mencoba untuk diving
atau snorkeling di kawasan yang
(katanya) mempunyai keindahan laut yang bagus tetapi belum dijaga dan dikelola
cukup baik.
Terumbu
karang di sekitar taman wisata perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara,
Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga diperlukan
rehabilitasi dan pengawasan yang baik. Kondisi
kerusakan sudah sangat memprihatinkan.
Gili
Trawangan mempunyai luas wilayah konservasi terumbu karang mencapai 2.994 km,
sebagian di antaranya mengalami kerusakan akibat pengeboman ikan, alat tangkap
ikan yang tidak ramah lingkungan dan termasuk karena perahu dan kapal yang
buang jangkar sembarangan.
Konservasi
terumbu karang sudah pernah dilakukan sejak 2010 menggunakan beton dalam bentuk
pelat dan kubah, piramid, dan bentuk tumpukan balok. Tetapi mengalami rusak parah
dihantam gelombang. Oleh karena itu digunakan metode Biorock dengan perangkat
besi yang dibangun seluas 11 x 6 meter diharapkan tahan terhadap gelombang untuk
mendukung pelestarian terumbu karang.
Metode
Biorock sendiri adalah metode rehabilitasi terumbu karang yang ditemukan, dikembangkan,
dan dipatenkan oleh Prof. Wolf Hilbertz dan Dr. Thomas J. Goreau. Teknologi
Biorock menggunakan tegangan listrik (arus searah) dengan voltase yang rendah
(di atas 1.2 Volt) melalui struktur baja (Robbe, 2010). Proses Biorock juga
disebut proses elektrolisis yang sedang terjadi diantara dua batang baja yang dialiri
listrik dan diletakkan di dalam air laut, sehingga terjadi proses akresi
mineral yang menyebabkan mineral yang terlarut pada air laut mengkristal di
atas struktur, tumbuh membentuk batuan kapur putih yang serupa dengan struktur
yang membentuk terumbu karang secara alami. Material ini memiliki kekuatan yang
sama dengan beton sehingga dapat digunakan untuk membuat terumbu buatan
sempurna, dan menjadi substrat yang baik untuk karang keras/batu. Teknologi ini
aman bagi manusia dan seluruh organisme laut. Tidak ada batasan untuk ukuran
atau bentuk dari struktur Biorock. Struktur Biorock bisa dibuat dengan ukuran hingga
beratus‑ratus mil, tergantung dari dana yang didapat untuk
membuatnya. Proses Biorock digunakan untuk merehabilitasi terumbu karang,
meningkatkan jumlah populasi ikan karang dan pemecah gelombang, penghambat laju
erosi pantai, dan sebagainya.
Kondisi
Biorock di Gili Trawangan cukup beragam. Ada kondisi dimana terumbu karang yang
hidup di struktur Biorock tumbuh dengan sangat bagus dan dipenuhi oleh ikan‑ikan dan berbagai organisme laut lainnya. Selain itu
juga ada beberapa struktur Biorock yang kondisi terumbu karangnya cukup
memprihatinkan atau tidak berkembang. Kondisi ini disebabkan oleh pengaruh
aliran listrik yang dialirkan di struktur biorock. Kondisi terumbu karang pada
struktur biorock yang dialiri arus listrik dengan baik akan tampak sangat bagus
dengan pertumbuhan yang maksimal dan dipenuhi dengan berbagai organisme lainnya
seperti berbagai jenis ikan, molusca, spong, dan berbagai jenis echinodermata.
Sedangkan kondisi terumbu karang pada struktur biorock yang tidak dialiri arus listrik
dengan baik atau aliran listriknya terputus maka kondisi terumbu karangnya
kembali seperti kondisi terumbu karang yang alami. Zat kapur atau lime stone
pada besi yang ada sebagai bahan struktur biorock tidak terbentuk dengan
sempurna sehingga karang yang ada kurang melekat dengan sempurna. Akan tetapi
terumbu karang pada struktur biorock yang sudah lama dan membentuk ekosistem terumbu
karang yang banyak dan padat akan berkembang seperti pada kondisi alaminya meskipun
tegangan listrik yang mengalir di hentikan.
Adanya
struktur biorock di sekitar pulau Trawangan menambah keragaman ekosistem
terumbu karang di Gili Trawangan. Kegiatan
surve biorock ini sering dilakukan di Gili Trawangan oleh karena adanya kerja
sama yang baik dengan Gili Eco trust yang ada di Gili trawangan untuk
menyediakan alat selam sebagai alat survei.
Untuk
mewujudkan ekosistem yang baik diperlukan usaha untuk melestarikannya. Semua
pihak, pemerintah, Badan Konservasi, masyarakat daerah setempat dan
turis/pengunjung yang datang hendaknya menjaga dan tidak merusak ekosistem laut
terutama terumbu karang karena ekosistem tersebut erat kaitannya dengan
keberlangsungan hidup makhluk hidup di laut. Kegunaan terumbu karang dapat
digunakan oleh sekitarnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar