Minggu, 26 April 2015

Struktur dan Kondisi Salah Satu Pesisir di Indonesia

STRUKTUR DAN KONDISI

SALAH SATU PESISIR DI INDONESIA

Dari tema diatas, saya akan mengambil struktur dan kondisi pesisir di kawasan pulau Lombok, lebih tepatnya di salah satu kawasan Gili Indah yaitu Gili Trawangan. Saya mengambil ulasan tentang kawasan tersebut karena saya pernah mengunjungi lokasi pada tahun 2014. Tidak mengetahui banyak hal tentang terumbu karang yang ada disana sebab saya tidak mencoba untuk diving atau snorkeling di kawasan yang (katanya) mempunyai keindahan laut yang bagus tetapi belum dijaga dan dikelola cukup baik.


Terumbu karang di sekitar taman wisata perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga diperlukan rehabilitasi dan pengawasan yang baik. Kondisi kerusakan sudah sangat memprihatinkan.

Gili Trawangan mempunyai luas wilayah konservasi terumbu karang mencapai 2.994 km, sebagian di antaranya mengalami kerusakan akibat pengeboman ikan, alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dan termasuk karena perahu dan kapal yang buang jangkar sembarangan.

Konservasi terumbu karang sudah pernah dilakukan sejak 2010 menggunakan beton dalam bentuk pelat dan kubah, piramid, dan bentuk tumpukan balok. Tetapi mengalami rusak parah dihantam gelombang. Oleh karena itu digunakan metode Biorock dengan perangkat besi yang dibangun seluas 11 x 6 meter diharapkan tahan terhadap gelombang untuk mendukung pelestarian terumbu karang.

Metode Biorock sendiri adalah metode rehabilitasi terumbu karang yang ditemukan, dikembangkan, dan dipatenkan oleh Prof. Wolf Hilbertz dan Dr. Thomas J. Goreau. Teknologi Biorock menggunakan tegangan listrik (arus searah) dengan voltase yang rendah (di atas 1.2 Volt) melalui struktur baja (Robbe, 2010). Proses Biorock juga disebut proses elektrolisis yang sedang terjadi diantara dua batang baja yang dialiri listrik dan diletakkan di dalam air laut, sehingga terjadi proses akresi mineral yang menyebabkan mineral yang terlarut pada air laut mengkristal di atas struktur, tumbuh membentuk batuan kapur putih yang serupa dengan struktur yang membentuk terumbu karang secara alami. Material ini memiliki kekuatan yang sama dengan beton sehingga dapat digunakan untuk membuat terumbu buatan sempurna, dan menjadi substrat yang baik untuk karang keras/batu. Teknologi ini aman bagi manusia dan seluruh organisme laut. Tidak ada batasan untuk ukuran atau bentuk dari struktur Biorock. Struktur Biorock bisa dibuat dengan ukuran hingga beratusratus mil, tergantung dari dana yang didapat untuk membuatnya. Proses Biorock digunakan untuk merehabilitasi terumbu karang, meningkatkan jumlah populasi ikan karang dan pemecah gelombang, penghambat laju erosi pantai, dan sebagainya.

Kondisi Biorock di Gili Trawangan cukup beragam. Ada kondisi dimana terumbu karang yang hidup di struktur Biorock tumbuh dengan sangat bagus dan dipenuhi oleh ikanikan dan berbagai organisme laut lainnya. Selain itu juga ada beberapa struktur Biorock yang kondisi terumbu karangnya cukup memprihatinkan atau tidak berkembang. Kondisi ini disebabkan oleh pengaruh aliran listrik yang dialirkan di struktur biorock. Kondisi terumbu karang pada struktur biorock yang dialiri arus listrik dengan baik akan tampak sangat bagus dengan pertumbuhan yang maksimal dan dipenuhi dengan berbagai organisme lainnya seperti berbagai jenis ikan, molusca, spong, dan berbagai jenis echinodermata. Sedangkan kondisi terumbu karang pada struktur biorock yang tidak dialiri arus listrik dengan baik atau aliran listriknya terputus maka kondisi terumbu karangnya kembali seperti kondisi terumbu karang yang alami. Zat kapur atau lime stone pada besi yang ada sebagai bahan struktur biorock tidak terbentuk dengan sempurna sehingga karang yang ada kurang melekat dengan sempurna. Akan tetapi terumbu karang pada struktur biorock yang sudah lama dan membentuk ekosistem terumbu karang yang banyak dan padat akan berkembang seperti pada kondisi alaminya meskipun tegangan listrik yang mengalir di hentikan.

Adanya struktur biorock di sekitar pulau Trawangan menambah keragaman ekosistem terumbu karang di Gili Trawangan. Kegiatan surve biorock ini sering dilakukan di Gili Trawangan oleh karena adanya kerja sama yang baik dengan Gili Eco trust yang ada di Gili trawangan untuk menyediakan alat selam sebagai alat survei.


Untuk mewujudkan ekosistem yang baik diperlukan usaha untuk melestarikannya. Semua pihak, pemerintah, Badan Konservasi, masyarakat daerah setempat dan turis/pengunjung yang datang hendaknya menjaga dan tidak merusak ekosistem laut terutama terumbu karang karena ekosistem tersebut erat kaitannya dengan keberlangsungan hidup makhluk hidup di laut. Kegunaan terumbu karang dapat digunakan oleh sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar