Minggu, 26 April 2015

Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dengan Posisi Indonesia di Samudera Hindia

INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA
 DALAM KAITANNYA DENGAN POSISI INDONESIA
DI SAMUDERA HINDIA

“Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudra, sebagai bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa” berikut adalah cuplikan pidato Jokowi pada KTTASEAN 2014 di Myanmar.

Poros Maritim sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Tercatat pada zaman kerajaan Sriwijaya tahun 860 Masehi, Indonesia yang saat itu dikenal dengan Nusantara sangat berdaulat dibidang kelautan/kemaritiman berkat armada laut yang kuat dan perdagangan laut yang besar di Nusantara. Mengembalikan kembali kejayaan Indonesia di bidang laut.Terutama dengan posisi Indonesia yang sangat strategis diapit dua benua AsiaAustralia dan di samudra HindiaPasifik. Sebagai poros maritim dunia, kata Jokowi, Indonesia berkepentingan untuk ikut menentukan masa depan kawasan Pasifik dan Samudra Hindia dalam keadaan tetap damai dan aman bagi perdagangan dunia.


Gagasan Poros Maritim mencoba mengangkat kembali identitas bangsa sebagai suatu kekuatan maritim di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik yang sudah kritis. Melalui gagasan ini, bangsa Indonesia akan secara optimal memanfaatkan potensi geografis, geostrategis, dan geoekonomi yang merupakan faktor penting bagi dinamika hubungan internasional di kedua samudra.

Potensi maritim Indonesia yang luar biasa jumlahnya dan mempunyai manfaat besar yang menyangkut hal tersebut yaitu potensi bioteknologi maritim Indonesia: pemanfaatan untuk obat antikanker, makanan laut, pembuatan kertas dan bioethanol; pembangunan sektor perikanan; dan terumbu karang, salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian ‘Maritim’ berkenaan dengan laut dan berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Sedangkan ‘Poros’ berarti sumbu, pusat, ujung tombak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Indonesia sebagai Poros Maritim adalah Indonesia yang menjadi pusat dari berbagai hal yang berkenaan dengan laut. Itu berarti berhubungan dengan posisi geostrategi, geopolitik dan geoekonomi Indonesia yang harus dijaga untuk dikelola dan dimanfaatkan nilai ekonominya.

Indonesia mempunyai lokasi geografis yang sangat berpotensi. Salah satu benua yang berbatasan langsung dengan Indonesia adalah benua hindia. Secara geopolitik dan geoekonomi Indonesia sudah bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cukup baik. Dalam hal geopolitik Indonesia tergabung dalam Indian Ocean Rim Association (IORA) yang merupakan sebuah bentuk kerja sama multirateral antara negara-negara di kawasan samudra Hindia. Untuk pemanfaatan geoekonomi samudra Hindia menjadi jalur lalu lintas laut kapal kargo dan container sehingga hal tersebut memudahkan pengiriman dalam bentuk kerjasama antar negara yang berada di wiliyah samudra hindia khususnya Indonesia. IORA adalah organisasi dari beberapa negara di kawasan samudra Hindia yang memiliki sebuah bentuk kerjasama bilateral maupun multirateral. IORA didirikan pada Maret 2013. Pada awal pendiriannya IORA bernama Indian Ocean Rim Initiative dan Indian Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC). Indonesia bergabung dengan IORA pada 7 Maret 1997. Indonesia dipercaya untuk menjadi Ketua IORA periode 2015-2019. Fokus IORA adalah pada keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, penanganan bencana alam, kerjasama akademisi dan IPTEK, serta promosi pariwisata dan pertukaran budaya. Saat ini IORA beranggotakan 20 negara yang terdiri dari: Australia, Bangladesh, Indonesia, India, Comoros, Seychelles, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mosambik, Oman, Singapore, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Selain masalah hubungan diplomatik dengan negara kawasan samudra Hindia, Indonesia juga berpeluang menjadikan samudra Hindia sebagai “jalan besar” untuk kapal-kapal kargo dan container berlayar dimana kapal-kapal tersebut mengangkut produk ke negara tujuan. Akses yang sangat mudah tersebut memungkinkan Indonesia untuk menjalin kerjasama di bidang ekonomi dengan negara-negara kawasan Samudra Hindia. Lalu lintas kapal di samudra Hindia selalu mengalami peningkatan dan hal tersebut akan semakin baik untuk Negara kawasan samudra Hindia khususnya Indonesia.

Geoekonomi dan geopolitik yang baik tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Terkait posisi Indonesia dengan samudra hindia kita telah tau peluang yang bisa Indonesia dapatkan. Hal yang harus dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan peluang yang ada khususnya untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Letak Indonesia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia akan mempercepat terciptanya Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara kawasan samudra Hindia baik di bidang politik maupun ekonomi dan hal tersebut tentu saja sejalan dengan Lima Pilar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar