INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA
DALAM
KAITANNYA DENGAN POSISI INDONESIA
DI SAMUDERA HINDIA
“Indonesia
akan menjadi poros maritim dunia, kekuatan yang mengarungi dua samudra, sebagai
bangsa bahari yang sejahtera dan berwibawa” berikut adalah cuplikan pidato
Jokowi pada KTT‑ASEAN 2014 di Myanmar.
Poros
Maritim sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Tercatat pada zaman kerajaan
Sriwijaya tahun 860 Masehi, Indonesia yang saat itu dikenal dengan Nusantara
sangat berdaulat dibidang kelautan/kemaritiman berkat armada laut yang kuat dan
perdagangan laut yang besar di Nusantara. Mengembalikan kembali kejayaan
Indonesia di bidang laut.Terutama dengan posisi Indonesia yang sangat strategis
diapit dua benua Asia‑Australia dan di
samudra Hindia‑Pasifik. Sebagai poros maritim dunia, kata Jokowi,
Indonesia berkepentingan untuk ikut menentukan masa depan kawasan Pasifik dan
Samudra Hindia dalam keadaan tetap damai dan aman bagi perdagangan dunia.
Gagasan
Poros Maritim mencoba mengangkat kembali identitas bangsa sebagai suatu
kekuatan maritim di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik yang sudah
kritis. Melalui gagasan ini, bangsa Indonesia akan secara optimal memanfaatkan
potensi geografis, geostrategis, dan geoekonomi yang merupakan faktor penting
bagi dinamika hubungan internasional di kedua samudra.
Potensi
maritim Indonesia yang luar biasa jumlahnya dan mempunyai manfaat besar yang
menyangkut hal tersebut yaitu potensi bioteknologi maritim Indonesia:
pemanfaatan untuk obat antikanker, makanan laut, pembuatan kertas dan
bioethanol; pembangunan sektor perikanan; dan terumbu karang, salah satu
komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian ‘Maritim’ berkenaan dengan laut dan
berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Sedangkan ‘Poros’ berarti
sumbu, pusat, ujung tombak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Indonesia sebagai
Poros Maritim adalah Indonesia yang menjadi pusat dari berbagai hal yang
berkenaan dengan laut. Itu berarti berhubungan dengan posisi geostrategi,
geopolitik dan geoekonomi Indonesia yang harus dijaga untuk dikelola dan
dimanfaatkan nilai ekonominya.
Indonesia
mempunyai lokasi geografis yang sangat berpotensi. Salah satu benua yang
berbatasan langsung dengan Indonesia adalah benua hindia. Secara geopolitik dan
geoekonomi Indonesia sudah bisa memanfaatkan hal tersebut dengan cukup baik.
Dalam hal geopolitik Indonesia tergabung dalam Indian Ocean Rim Association
(IORA) yang merupakan sebuah bentuk kerja sama multirateral antara negara-negara
di kawasan samudra Hindia. Untuk pemanfaatan geoekonomi samudra Hindia menjadi
jalur lalu lintas laut kapal kargo dan container
sehingga hal tersebut memudahkan pengiriman dalam bentuk kerjasama antar negara
yang berada di wiliyah samudra hindia khususnya Indonesia. IORA adalah
organisasi dari beberapa negara di kawasan samudra Hindia yang memiliki sebuah
bentuk kerjasama bilateral maupun multirateral. IORA didirikan pada Maret 2013.
Pada awal pendiriannya IORA bernama Indian Ocean Rim Initiative dan Indian
Ocean Rim Association for Regional Cooperation (IOR-ARC). Indonesia bergabung
dengan IORA pada 7 Maret 1997. Indonesia dipercaya untuk menjadi Ketua IORA
periode 2015-2019. Fokus IORA adalah pada keamanan dan keselamatan maritim,
fasilitasi perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, penanganan bencana
alam, kerjasama akademisi dan IPTEK, serta promosi pariwisata dan pertukaran
budaya. Saat ini IORA beranggotakan 20 negara yang terdiri dari: Australia,
Bangladesh, Indonesia, India, Comoros, Seychelles, Iran, Kenya, Madagaskar,
Malaysia, Mauritius, Mosambik, Oman, Singapore, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tanzania,
Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Selain masalah hubungan diplomatik dengan
negara kawasan samudra Hindia, Indonesia juga berpeluang menjadikan samudra Hindia
sebagai “jalan besar” untuk kapal-kapal kargo dan container berlayar dimana kapal-kapal tersebut mengangkut produk ke
negara tujuan. Akses yang sangat mudah tersebut memungkinkan Indonesia untuk
menjalin kerjasama di bidang ekonomi dengan negara-negara kawasan Samudra
Hindia. Lalu lintas kapal di samudra Hindia selalu mengalami peningkatan dan
hal tersebut akan semakin baik untuk Negara kawasan samudra Hindia khususnya
Indonesia.
Geoekonomi
dan geopolitik yang baik tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia.
Terkait posisi Indonesia dengan samudra hindia kita telah tau peluang yang bisa
Indonesia dapatkan. Hal yang harus dilakukan Indonesia adalah memanfaatkan
peluang yang ada khususnya untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai negara poros
maritim dunia. Letak Indonesia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia
akan mempercepat terciptanya Indonesia sebagai poros maritim dunia dimana
Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara kawasan samudra Hindia baik di
bidang politik maupun ekonomi dan hal tersebut tentu saja sejalan dengan Lima
Pilar menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar